Archive for June, 2006

Is it Love?

Thursday, June 22nd, 2006

Sometimes, kita terlanjur stuck ama seseorang yang dulu kita rasa perfect banget, tapi sekarang kita ngerasa so sick about him/her. Apa yang harus kita perbuat dong kalo udah gini?

As simple as it is, semuanya tergantung pada diri kita sendiri dan kemauan kita untuk berkomitmen pada hubungan itu. Kalo kita udah commit akan berusaha sebisa mungkin, trust me, no trouble will come to you! Tapi, lebih banyak orang berpacaran tanpa komitmen yang jelas, hell, even without proper reason kenapa mereka sampai pacaran.

Saran gue, next time you pada mau cari pacar, consider this: Apakah kamu mau pacaran karena you lonely banget? Ato kamu pacaran karena semua best friend kamu udah punya pacar sedang cuma kamu doang yang masi single? Or is it REAL, PURE, LOVE terhadap pasanganmu? Ingat, jangan juga sampai terjerumus kedlam pikiran picik bahwa kalian memang saling cinta padahal mungkin saja ada udang dibalik sepatu… Talk to your friends and ask about their opinions. It’ll do you good, I promise.

It’s all important karena sebuah hubungan yang dimulai pada dasar yang kurang jelas akan membawa bencana dan disaster doang ke muke eloh, dan tentunya akan menyebabkan luka yang dalam pada hati kalian masing2. Not to mention things you might have done yang bisa ngerusak nama baek kalian di masa depan. (Cth. Utk Cewek: Premarital Intercoursing, Utk Cowok: Bersikap kasar ama cewek pasangan kamu…)

"Just think it over and over before you decide. It never hurts to consider every possibility."

How to Deal with Problems in LOVE

Monday, June 19th, 2006

I recently studied that, ketika kita memiliki masalah dengan pasangan kita, ada banyak (banget) cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Me, for an example, I don’t really care much about problems and I look at it sebagai sebuah tahap pembelajaran dan saling penyesuaian antara me and my girlfriend. Thank goodness, cewekku juga berprinsip sama…^^

Yesterday, I met seorang temen lama gue, dan dia memiliki kiat yang lain lagi, yaitu tidak ada masalah! "There are no  problems at all, and we aren;t planning on making any…" Sepasang lovebirds yang unique, you might say, tapi they seemed perfectly fine, tuh… Kalo salah satu dari mereka berdua melakukan sesuatu yang should have made kita cembokur (cemburu, gitu loooh…), eh ternyata bagi mereka itu fine-fine aja, malah encouraged demi menjaga kesehatan hubungan pertemanan masing-masing pihak… (I gotta admit, yang satu ini memang hebat… Salutations, girl!)

But the point is, bahwa aku juga mengenal dan pernah mendengar cerita dari pasangan2 yang cenderung bersikap higly destructive terhadap hubungan mereka. How? Misalnya, si cowok tidak nelpon, si cewek langsung nuduh si cowok ga sayang. Ato si cewek pigi wihout telling the cowok, then the cowok bilang mending putus aja kalo ga mau jujur blak-blakan. Atau mungkin mereka cukup shut up and never talk, dengan alasan supaya cool off, tapi memangnya ada yang cool off sampe hari-harian? Panas banget??!

So, jangan mengambil sikap yang akan kamu sesali. Dan bersikap destruktif dalam berpacaran itu jelas akan kamu sesali. Tumbuh kembang bersama kekasih dalam naungan cinta adalah sesuatu yang indah, tetapi bukan sesuatu yang ‘indestructible’ sampe kita wajib menguji ketahanannya terhadap cobaan, kan? Bersikaplah yang dewasa, terimalah pasangan kita apa adanya, dan belajarlah untuk bertoleransi pada setiap kelemahan pasangan kita. That is, if you want to keep your lover by your side… :p

"Love is strong, but not THAT strong. Never test those you don’t want to lose…"

-atau diterjemahkan…-

"Cinta itu kuat dan tegar, tetapi tidak pernah sekuat yang dugaan kita. Karena itu, janganlah mencobai mereka yang kita sayangi bila kita tidak ingin kehilangan mereka."

It All Happened in a Flash!

Monday, June 12th, 2006

A few days ago, aku menghadiri sebuah undangan pernikahan, dan aku harus menjemput seorang teman ibuku, sekaligus juga ayah dari teman baikku. The party went well, and we went home. The surprise caught us in the morning ketika ada telpon masuk yang mengatakan bahwa ayah temanku itu, yang semalam duduk disampingku itu ternyata baru saja meninggal. God rest his soul!

Aku cuma ingin menuliskan sebuah pendapat pendek, bahwa Hidup itu indah namun pendek, dan kita harus bisa menikmati dan mensyukuri setiap detik yang kita jalani. Adalah sebuah kenikmatan terbesar untuk bisa hidup bahagia dan dicintai oleh orang-orang disekitar kita, dan akhirnya melewati sisa hidup kita disamping semua orang yang berarti bagi kita.

In Honoring Memory of Mr. Hendrik Thandean.

Against All Odds

Tuesday, June 6th, 2006

Terus terang aja, aku baru aja dapet teguran di kantor… See, the problem is: Aku terlalu sering bolos dan menebus bolos itu setelahnya. Ini salah? Seharusnya tidak! Seharusnya it’s okay! But what do they tell me? The told me that I better kerja Lembur dulu, baru bolos kemudian! Padahal, dulu waktu aku baru masuk, aku cuma diberi tahu bahwa as long as the average workhour per week is 25 hours, then it’s OK!

Tapi semua telah berubah, wtf?! >_< Jujur aja, jadi males kerja gw! Picture this, ngerjain satu kerjaan yang sama lebih dari 6 bulan, disamping kerjaan yang sebenernya hampir gak ada (jadi aku cuman bengong aja di kantor…), dan perasaan capek PLUS Tugas Akhir yang looming around the corner!

Tapi aku belajar satu hal dari semua messed up event ini: Bahwa kita harus tetap berpegang pada komitmen kita, bahwa kita tidak bisa berubah pikiran atau tiba-tiba had a change of heart dan seketika itu juga jadi males trus banting stir! I took this job karena aku pingin pengalamannya dan perlu dhuwitnya. Aku sadar betul akan fakta itu, dan aku memutuskan bahwa sebenarnya tidak ada alasan untuk aku tiba-tiba brenti kerja dan… dan… dan ga tau mau ngapain kalo aku sampe brenti kerja!

Jadi apapun yang terjadi aku rasa paling baik kalo kita take a deep breath dan try to look at masalah kita dari sudut pandang yang berbeda. Dengan cara ini, aku yakin kita dapat menemukan inti dari permasalahan yang kita hadapi. Misalnya, dalam kasusku tadi, masalahnya cuma aku yang kurang senang atas inkonsistensi kebijakan kantor sehingga ngerasa jengkel dan ZUNTUK abezz!! Tapi sesudah aku nyadarin semua itu, I can rebuild my COMMITMENT all over again!

"Never give up, never look back. Because troubles will never give up on troubling you, and never look back on your victory over it."
                                                                            - Quote this, I made it!