Dualism in Love

You’re in love with someone. This person, this Mr/Ms Right is everything you would ever wish to be in a girl/boy-friend. But then you meet this another person, dub him Mr/Ms Next, and you felt just like you’re falling in love again. What happened?

Kasus seperti ini adalah kasus klasik perselingkuhan, but I’ll try to look further inside the case. Menurut hasil pengamatanku, terdapat dua sebab utama yang bisa membawa kita pada kondisi sedemikian rupa, dimana kita sudah memiliki pasangan tapi fellings grow terhadap orang kedua ini.

Sebab #1:
Simple, kita memilih Mr/Ms Right untuk menjadi pasangan kita tanpa pikir panjang! Kita ketemu, berkenalan, telpon, sms, jjs bareng, jadi akrab, dan kamu ngrasa tak ingin lepas - can’t live without gitu… Ditembak, dor! Jadi deh…

Kalo memang kasusnya begini, ternyata memang helpless… You move too fast, so fast that you can’t see what’s around you. Jalan keluarnya sempit, dan cuma mengandung dua pilihan:

1. Kamu mendingan stick to what you have dan bersyukur dia udah mau ama kamu… Daripada jadi Perjaka/Perawan tua? Dan si Mr/Ms Next dijadiin teman aja. Sahabat baek, ato angkat jadi sodara. Paling nggak, dia tetep berada dalam lingkup persahabatan kita, kan? Yah, we can’t kiss or touch them, tapi paling nggak mereka masi bisa diliatin kan?
2. Lose your girl/boyfriend aja deh! Mungkin kamu belon siap pacaran, belum bisa menjaga komitmen… Daripada kamu gak bisa nahan napzu en ngehamilin dua cewe? (Ato tidur ama dua cowo… if you’re a girl, that is…) So, mending kamu break up ama siapapun pasangan kamu saat ini, dan kem bali bebas lagi aja… biar mau punya TTM ato HTS brapa juga gpp, mau jadi kupu2 ato kumbang juga terserah, mau jadi playboy/girl juga terserah. POkoknya, don’t get yourself involved in a serious relationship with anyone! You’re not ready, and paling juga cuman nglukai hati pasangan kamu kalo kamu sampe berani coba2 pacaran!

Sebab #2:
Love just don’t live here no more… Udah il-fil, liat muka pasangan kita aja udah senep… Apalagi kalo beliau mulai ngrengek ato marah ato nyuruh2 ato ngambek… Mbaah, go to hell aja de!

Kalo begini kasusnya, jalan keluar memang sederhana: Kalo udah can’t go on like this forever karena cuma menyiksa diri sendiri… (kecuali eloh memang klaninan jiwani…) mending cari gebetan baru aja… Kalo kasusnya gini sih, ga ada slahnya nglirik cewek lain, asal kali ini pilih yang baik… Sifatnya, pribadinya, tampangnya, dokunya, masa depannya, masa lalunya, ortunya, familinye, semuanya!

AKhirnya kita simpulkan, pacaran itu butuh Komitmen yang kuat antar kalian sepasang, dan komitmen itu harus dijaga no matter what! Sampenya gagal dijaga, ancur dah hubungan kalian, dan pasti banyak masalah timbul, gak cuma selingkuh doang… Di lain pihak, kalo kalian sepasang masih saling mencinta dan mnyayang serta masih menjaga komitmen dengan baik dan benar, sebaiknya saling sadar dan tahu diri, bahwa kalian udah saling memiliki dan sepantasnya tidak ada tempat selain si dia di hati kamu2 pada.

Remember: "Having lots of friends is good. Having to choose one of them to be our partner in life is better. But living harmoniously with our partner, surrounded by our caring friends is always the BEST!"
                                                                                - Quote this, I made it!

One Response to “Dualism in Love”

  1. guntur Says:

    monogami, polygami, single, take your pick.

    >I’ll take Polygami, actually… Tapi jangan bilang2 ama Finna…

Leave a Reply