Di mana ada kemauan, Di situ ada jalan

First of all, sebelum mulai nge-blog lagi, aku mau nge-thanks dulu ama Adi buat Commentnya di BlogPost "It’s not Why….blablabla(gue lupa judul Blog gue sendiri!!!)" Dari Commentnya itu aku ndapat ilham nulis blogpost yang satu ini.

So, here goes:

Terkadang kita menghadapi masalah khan? Dan seperti yang udah aku Blog sebelumnya, aku udah bilang bahwa kita harus mencari tahu asal-muasal, sebab-musabab dari segala kejadian (buruk) yang menimpa, kemudian solve the problem using the best solution available!

Tetapi Adi mengingatkan aku pada satu sisi yang agak terabaikan, yaitu bahwa orang seringkali melarikan diri, tetapi menyebut pelariannya sebagai jalan keluar terbaik. See, I’m no Christian, I’m a Buddhist (Barely! I never go to the Vihara), but I grew up and lived and made friends among a Christian environment, makanya contoh2 gue pasti tentang orang Kristen smua. Tapi inget, aku menganggap bahwa semua manusia itu sama, apapun agamanya, dimanapun mereka berada, aku berharap BlogPost gue can be as Universal as can be! Tapi, kalo ada kamu2 yang nganggep gue terlalu rasis  ato kalo kamu Kristen dan takut tersinggung,
DON’T READ THIS BLOGPOST!!!

Paling sering aku lihat tuh, anak2 pas lagi suntuk2nya, ato abis putus pacar, ato abis big fight gitu, mereka mendadak aktif banget di kegiatan Kegerejaan. Mereka jadi rajin Persekutuan Doa, rajin ke Gereja, rajin DOA (honestly, aku ngga bisa bilang bahwa semua orang berdoa untuk Berdoa, bukan sekedar Ritual. There are people out there yang berdoa cuma untuk kebiasaan). Nah masalahnya, apakah peningkatan habit gerejawi ini jelek? No, not at all! Cuma masalahnya, Agama itu bukan pelarian! See, banyak orang yang lari kearah Tuhan membawa masalah, berusaha mengakrabkan diri dengan Tuhan supaya masalahnya selesai. Tapi, hoinestly menurutku, Tuhan memang punya banyak cara yang tersembunyi dan misterius demi kebaikan umat-Nya, tetapi he didn’t work that FAST!

Kita ga bisa berharap all will be fine begitu kita doa ato ke gereja khan? Really, njadiin agama sebagai pelarian itu cuma mbikin faith kamu semakin lemah. Bayangin, kalo keinginan kamu gak terkabul and things go the way you don’t want them to, masa kamu bisa tetep yakin and percaya ama Tuhan dan Agama (Most of you, at least!)?

Jadi gimana solusinya? Tetap seperti saran gue kmarin. Find out How things happen around you, dan cari pemecahannya. Kamu boleh berdoa untuk meminta dukungan dan kesuksesan, tetapi ingat bahwa Tuhan bukan ada hanya untukmu, tetapi untuk sekian milyar manusia lainnya di muka Bumi ini. Ingat pepatah:

"Dimana ada kemauan, Disitu ada jalan" bukannya "Setelah kita berdoa, disitu Tuhan datang dan menyelesaikan masalah kita". Get real, masa kamu putus ama pacar, berdoa, terus Tuhan datang ke rumah pacar kamu (ato nelpon pacar kamu), terus nasihatin pacar kamu supaya mau kembali ama kamu? Yeah, Right! Namanya kalo pacar kamu memang gak cinta lagi, biar Tuhan mau nelpon sepanjang hari ampe kuping panas juga doa kamu ga bakalan terjawab!

Remember Everybody, Never Give Up, and Remember That Noone Will Try To Solve Our Problems If We Don’t Start To (Jangan Menyerah dan Ingat Bahwa Orang Lain Takkan Mau Menolong Menyelesaikan Masalah Kita Kalau Bukan Kita Yang Memulai)!

Once again, Thanx a lot to Adi Yesaya for his Comment!

5 Responses to “Di mana ada kemauan, Di situ ada jalan”

  1. Adi Says:

    Whoaaa dude!!! u just stated the basic truth about human beings…. yes, everyone is the same, all human have sinned, all the saints as long as they’re human, they have sinned, every priest, every monk, even the pope, everyone has sinned. so in front of God everyone is the same, we can’t escape this truth coz God sees our heart and our very inner thought not just our action. our action might be good but who knows what lies in his heart or mind. i’m bloody doomed, i may be doing the best good deed on earth but my heart is not as good as my action…
    anyway, about those people who always ask why why and why, we also have to consider their personality, you as a genuine choleric-sanguine may not be affected by those ‘why2′ feelings too much, but what about those super melancholic or phlegmatical people…

    and i hope those kind of people read your blog so that they can understand more about themself, and know also that they may ask ‘why3′ but they also have to work out their problems, not just sit, wait and cry…

    about ‘God is there for all of the people in the world’… the question is, is God there for us or are we there for God? ^^

    hehehehe, must go now, have to go to the otomata class, c u ^^

  2. guntur Says:

    Ga, jaminan.. soalnya, siapa tahu dia memang dapat panggilan. juga dengan mendekatkan diri ke-Tuhan nanti dia malah dapet jawaban.

  3. Andi Says:

    Thanx untuk COmmentnya, Tur! Memang gak mesti, aku cuman mau ngegambarain bahwa tidak selalu benar juga untuk njadiin Tuhan sebagai Pelarian. Tuhan bisa mbantu kita, tapi kalo kita terus2 lari ke Tuhan kalo ada apa2, dan sekalinya Tuhan punya Rencana laen n ga ngabulin doa kita, bisa2 kita malah lose faith. Gitu loh. Faith kan gak boleh dijadiin alasan untuk menuntut ato marah ama Tuhan, mentang2 kita sering doa ato ngeluh ato minta tolong ama Tuhan?

    Baca terus Blog gw ya!! ^^

  4. Elly Says:

    Kalo aku boleh bilang sih emang banyak banget orang yang cuma kalo ada masalah baru deket ama Tuhan.. Pernah ga si terpikir kalo waktu kita ada masalah baru deket banget ama Tuhan (doa ampe duhhh lama amat) coba deh kalo ga ada, rasanya kalo di gereja pengennya cepet pulang padahal cuma 2jam..
    Haha.. that’s the fact ^^
    NB: blogmu menarik.. hehe

  5. Andi Says:

    Tenkyu-tenkyu atas commentnya El! Keep on reading my blog, yah!

Leave a Reply