Susah jadi Orang Baik
Wednesday, April 26th, 2006Pernahkah kamu tahu rasanya dimintai tolong, disaat kamu benar-benar sedang tidak ingin menolong, tetapi ternyata harus menolong?
Well, some of us adalah those kind of people yang bener-bener ngerasa prihatin dan empatik pada kesulitan orang lain, saking empatiknya sampe kita ngebayangin segala macam kemungkinan yang terjadi apabila kitatidak turun tangan dan give some help.
Tapi, to think of it, pernahkah kita berada dalam posisi yang mendesak, darurat, crucial? Dan kita sangat membutuhkan pertolongan orang lain, tetapi there seems like nobody who can help us? Atau second example, setiap saat kita selalu siap membantu dan berkorban sesuatu untuk seseorang yang dekat dengan kita, tapi ternyata bagi mereka, apa yang kita lakukan bagi mereka itu tak ubahnya a must! Something we have to do, we used to do, and we should keep on doing!
Jengkel kalo dipikir-pikir… How people would think that we help them because we have to help them, tapi kalo kita yang minta tolong, orang-orang itu tiba-tiba ngerasa gak perlu nolong kalo lagi gak in the mood untuk nolong… Damn!
But that’s life, and life’s full of precious lessons, and I’ve learned my lessons. Apapun yang terjadi, be yourself aja, dan kalo diri kamu adalah seseorang yang selalu siap menolong orang lain, then it’s fine. Melihat orang yang kita tolong tersenyum dan berterima kasih adalah kepuasan tersendiri yang tidak dijual dimanapun. And in case they don’t thank you, inget aja bahwa what you did was good, and you’re a good person. Can’t feel bad for being good, right? Afterall, kita menolong orang lain bukan untuk menuai balasan dikemudian hari, bukan? Trust me, balasannya akan datang dari tempat yang berbeda-beda dan tidak disangka-sangka, dan tepat pada saat kamu sedang sangat membutuhkannya…
"Help others with the full extent of your goodwill and kind-heartedness, even to those who won’t do the same to you."
– Quote me, I said that!